Film ini sangat bagus untuk di tonton oleh fans LFC.
Dimana kisahnya menceritakan tentang para fans kedua club (Everton dan Liverpool). Keluarga yg sangat panatik sampai2 waran hijau atau merah di rumahnya tidak boleh ada.
Film ini bergenre Drama komedi. jadi anda tidak akan bosan karna banyak tingka2 konyol di film ini.
selamat menonton
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 30 Maret 2014
Selasa, 28 Januari 2014
Ini Fakta Unik Tentang Derby Merseyside (Liverpool vs Everton)
Merseyside Derby atau Derby Merseyside, adalah laga antara dua club
satu kota di daerah pelabuhan Liverpool Inggris.
Pertandingan keduanya tak menjadi
Derby yg sangat di nantikan pecinta sepak bola di dunia, kenapa ??
Karna pertandingan saudara sekota
ini tak pernah lepas dari keunikan2nya. Kami akan coba publikasikan 11 keunika
Derby Merseyside ini:
Sabtu, 04 Januari 2014
Sejarah FA Cup, Kompetisi Tertua Di Dunia
Sejarah Piala FA
The Football Association Challenge Cup, umumnya dikenal sebagai Piala FA, adalah kompetisi sepak bola sistem gugur tahunan di Inggris dan merupakan kompetisi sepak bola tertua di dunia.Kompetisi ini dinamakan dan dijalankan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang mengacu kepada klub-klub sepak bola pria yang ada di Inggris, sedangkan untuk wanita juga diadakan tetapi dengan nama yang berbeda.

The Football Association Challenge Cup, umumnya dikenal sebagai Piala FA, adalah kompetisi sepak bola sistem gugur tahunan di Inggris dan merupakan kompetisi sepak bola tertua di dunia.Kompetisi ini dinamakan dan dijalankan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang mengacu kepada klub-klub sepak bola pria yang ada di Inggris, sedangkan untuk wanita juga diadakan tetapi dengan nama yang berbeda.
Sabtu, 28 Desember 2013
Sejarah: Sejarah Berdirinya BIGREDS IOLSC
Tumbuh suburnya komunitas-komunitas suporter klub sepak bola
mancanegara di tanah air merupakan salah satu trend yang mengemuka di
millennium ketiga atau abad ke-21 ini. Ada sedikitnya puluhan suporter
klub mancanegara ini baik yang sudah resmi diakui oleh klub yang
didukung atau yang belum, dan masing-masing mereka memiliki branch atau
regional atau cabang di daerah-daerah. Umumnya fans klub itu memiliki
belasan hingga puluhan cabang di berbagai kota. Maka bisa dibayangkan
betapa banyaknya fans klub yang ada di nusantara ini. Tidak banyak yang
tahu bahwa ada biang di balik trend yang menjulang itu. Selalu ada yang
pertama dari sekian banyak jumlah itu. Selalu ada yang memulai untuk
kemudian ada yang mengikuti. Juga selalu ada pemicu pada setiap fenomena
booming.
Nama tadi berganti menjadi BIGREDS hingga sekarang
setelah inisiatif dari Astri Widayanti pada tanggal 1 Januari 2000.
Pengurus pertama yang membantu jalannya perkumpulan itu terbentuk pada
tanggal 14 Januari 2000. Dengan demikian BIGREDS pun tercatat sebagai
satu-satunya suporter klub sepak bola mancanegara yang berdiri sebelum
tahun 2000. Adalah BIGREDS sebagai jawaban dari semua pertanyaan
tersebut. Faktanya, BIGREDS menjadi suporter klub sepak bola mancanegara
pertama yang berdiri di Indonesia. Saat itu, menjelang pergantian
millennium tepatnya tanggal 28 Desember 1999, para pegiat mailing list
liverpoolfc-ind@onelist.com berkumpul di rumah Hendra Kurniawan dan
mengikrarkan berdirinya perkumpulan pecinta Liverpool FC yang saat itu
dinamai Liverpool FC Fans Club Indonesia
Status sebagai sang
pemula atau pelopor BIGREDS tak berhenti di situ. BIGREDS juga menjadi
suporter klub pertama di Indonesia yang mendapatkan status Branch
(sebutan resmi klub suporter dari Liverpool FC) dari klub yang
didukungnya. Momen gemilang tersebut terjadi di tanggal 18 Oktober 2004.
Apa yang dicapai BIGREDS dengan status Indonesia’s Official Liverpool
FC Supporter Club jauh mendahului klub suporter lain di Indonesia. Tentu
peran Debbie Winardi yang kala itu masih remaja tak bisa dikesampingkan
dalam proses mendapatkan status Branch ini.
Tentu BIGREDS tidak
terlena dengan status serba pertamanya. Saat ini, BIGREDS terus mencoba
untuk memperkuat posisi sembari berkreasi dari segala sisi. Per akhir
November 2012, member resmi BIGREDS tercatat tidak kurang dari 5200
member tersebar di 27 regional di berbagai kota di Indonesia. Berbagai
kegiatan rutin pun digelar di semua regional BIGREDS seperti kegiatan
wajib nonton bareng (nonbar), futsal, sepak bola, bulutangkis dan
lain-lain. Berbagai kelimpahan ide dari setiap member di regional
membuat mereka juga tak jarang membuat kegiatan insidental yang berguna
seperti kegiatan off season yang bertujuan meningkatkan keguyuban
internal maupun kegiatan sosial yang bertujuan memperkuat hubungan
harmonis dengan masyarakat sekitar.
Regional Bigreds di Indonesia
Kreatifitaslah yang membuat BIGREDS lagi-lagi menjadi inisiator
kegiatan sosial bernama One Goal One Thousand (OGOT). Ide kegiatan ini
adalah untuk setiap gol yang tercipta oleh Liverpool FC maka kita
menyumbangkan seribu rupiah, meski pada prakteknya banyak yang
menyumbang lebih dari nominal itu untuk setiap gol yang tercipta.
Kegiatan peduli sosial ini pertama kali didengungkan pada tahun 2009
bertujuan untuk membantu sesama yang membutuhkan di sekitar kita.
Para pendukung Liverpool FC dikenal sebagai suporter dengan karakter
dan cara mendukung yang bagus. Bahkan banyak sosok dan tokoh penting
sepak bola dunia mengakuinya dengan berbagai ragam kekagumannya. Hal
yang tentunya tidak jauh berbeda yang dilakukan oleh suporter yang
tergabung di BIGREDS. Gaya dukung pada saat nonbar dan prestasi di
berbagai kegiatan menunjukkan itu. Hal ini membuat BIGREDS menjadi
profil yang menarik untuk liputan media. Selain menjadi obyek dari
liputan media, BIGREDS sendiri memiliki media internal sebagai produk
intelektual. Tak banyak atau bila tidak mau dikatakan tidak ada, klub
suporter yang memiliki terbitan media cetak yang hadir secara regular.
Walk On menjadi majalah internal BIGREDS yang secara periodik rutin
hadir untuk member dan non-member dalam jumlah ribuan eksemplar. Walk On
bisa ditahbiskan.
Selasa, 17 Desember 2013
Hillsborough diungkap dalam 37 bahasa Termasuk Indonesia
Hillsborough diungkap dalam 37 bahasa
Di Liverpool FC, kami percaya semua fans, dengan bahasa apapun yang digunakan, mengerti kenapa tanggal 15 April 1989 adalah tanggal yang penting dalam sejarah klub ini.
Untuk sejarah tanggal 15 April 1989 inilah alasan kami mengisahkannya dalam berbagai bahasa dengan harapan meningkatkan kesadaran akan tragedi Hillsborough di antara fans Liverpool FC, terutama yang berada di luar Inggris.
Selama empat minggu terakhir, Liverpoolfc.com telah bekerja dengan tim yang merupakan kontributor dari berbagai penjuru dunia untuk menerjemahkan apa yang kita yakini sebagai halaman yang paling penting di website resmi, yakni halaman tentang Hillsborough.
Dengan bantuan mereka, kami telah membuat halaman ini tersedia dalam tidak kurang dari 37 bahasa - dari bahasa Afrika hingga bahasa Vietnam.
Daftar lengkap bahasa halaman Hillsborough sekarang tersedia dalam adalah sebagai berikut : Afrikaans, Bengali, Cina, Kroasia, Ceko, Denmark, Belanda, Inggris, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hindi, Hungaria, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malayalam, Malaysia, Marathi, Montenegro, Norwegia, Polandia, Portugis, Punjabi, Rumania, Rusia, Serbia, Slovakia, Spanyol, Swedia, Telugu, Thai, Turki, Urdu dan Vietnam.
Di Liverpool FC, kami bangga memiliki pendukung di setiap negara di dunia ini dan sementara ini kita terus berusaha mencapai tujuan jangka panjang untuk bisa berkomunikasi setiap hari dengan penggemar kita dalam berbagai bahasa utama di dunia. Dalam 12 bulan ini kami telah membuat langkah besar untuk merealisasikan tujuan tersebut.
Pada bulan November 2012, meskipun status kami saat itu merupakan salah satu dari beberapa klub yang terkenal di dunia, namun konten informasi Liverpool FC hanya disampaikan dalam bahasa Inggris dan Cina.
Hari ini, melalui tiga situs resmi, 18 akun Twitter, enam halaman Facebook dan hadir pula di VK, Sina Weibo, Tencent dan Weixin, Liverpool terhubung dengan setiap fans dengan 16 bahasa yang berbeda dan hal ini lebih dari klub sepakbola manapun di dunia.
Suatu hari kami berharap bisa menyampaikan konten kami setiap hari dalam setiap bahasa utama di dunia. Namun sampai tercapainya tujuan itu, kami harus memprioritaskan dan telah memulainya dengan halaman Hillsborough.
Untuk mengunjungi halaman tersebut dan memilih bahasa yang anda inginkan, silakan buka http://www.liverpoolfc.com/history/hillsborough
Di Liverpool FC, kami percaya semua fans, dengan bahasa apapun yang digunakan, mengerti kenapa tanggal 15 April 1989 adalah tanggal yang penting dalam sejarah klub ini.
Untuk sejarah tanggal 15 April 1989 inilah alasan kami mengisahkannya dalam berbagai bahasa dengan harapan meningkatkan kesadaran akan tragedi Hillsborough di antara fans Liverpool FC, terutama yang berada di luar Inggris.
Selama empat minggu terakhir, Liverpoolfc.com telah bekerja dengan tim yang merupakan kontributor dari berbagai penjuru dunia untuk menerjemahkan apa yang kita yakini sebagai halaman yang paling penting di website resmi, yakni halaman tentang Hillsborough.
Dengan bantuan mereka, kami telah membuat halaman ini tersedia dalam tidak kurang dari 37 bahasa - dari bahasa Afrika hingga bahasa Vietnam.
Daftar lengkap bahasa halaman Hillsborough sekarang tersedia dalam adalah sebagai berikut : Afrikaans, Bengali, Cina, Kroasia, Ceko, Denmark, Belanda, Inggris, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hindi, Hungaria, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malayalam, Malaysia, Marathi, Montenegro, Norwegia, Polandia, Portugis, Punjabi, Rumania, Rusia, Serbia, Slovakia, Spanyol, Swedia, Telugu, Thai, Turki, Urdu dan Vietnam.
Di Liverpool FC, kami bangga memiliki pendukung di setiap negara di dunia ini dan sementara ini kita terus berusaha mencapai tujuan jangka panjang untuk bisa berkomunikasi setiap hari dengan penggemar kita dalam berbagai bahasa utama di dunia. Dalam 12 bulan ini kami telah membuat langkah besar untuk merealisasikan tujuan tersebut.
Pada bulan November 2012, meskipun status kami saat itu merupakan salah satu dari beberapa klub yang terkenal di dunia, namun konten informasi Liverpool FC hanya disampaikan dalam bahasa Inggris dan Cina.
Hari ini, melalui tiga situs resmi, 18 akun Twitter, enam halaman Facebook dan hadir pula di VK, Sina Weibo, Tencent dan Weixin, Liverpool terhubung dengan setiap fans dengan 16 bahasa yang berbeda dan hal ini lebih dari klub sepakbola manapun di dunia.
Suatu hari kami berharap bisa menyampaikan konten kami setiap hari dalam setiap bahasa utama di dunia. Namun sampai tercapainya tujuan itu, kami harus memprioritaskan dan telah memulainya dengan halaman Hillsborough.
Untuk mengunjungi halaman tersebut dan memilih bahasa yang anda inginkan, silakan buka http://www.liverpoolfc.com/history/hillsborough
Sabtu, 14 Desember 2013
Kenapa Ada Liver bird di Jersey Liverpool ??
Liver bird sudah lama menjadi simbol Liverpool FC. Diambil dari
lambang pasukan kerajaan, logo tersebut pertama kali dipakai pada abad
ke-20, sebagai medali juara kepada pemain yang memenangi Liga Inggris
pada 1901.
Logo tersebut kemudian muncul di bendera klub saat menjuarai liga
pada 1922, kaver program sejak 1935, juga muncul di gambar yang diambil
pada 1930-an. Gambar itu memperlihatkan para pemain di Anfield
mengenakan kostum logo Liver Bird.
Dua dekade berselang, logo tersebut muncul pada 1950. Tepatnya pada
final kedua Piala FA sekaligus penampilan perdana LFC di Wembley. Hari
itu menjadi waktu yang bersejarah bagi Liverpool karena Liver Bird
terpasang di jersey para pemain.
Selama lima tahun berikutnya, Liverpool beberapa kali memakai kostum
yang sama seperti dikenakan di Wembley. Setelah sebelumnya hanya pada
laga kandang, Liver Bird akhirnya terpasang di jersey utama Liverpool
mulai musim 1955-56 dengan tulisan "L.F.C" di bagian bawahnya.
Logo di jersey itu dipakai hingga 14 tahun berikutnya. Bentuk seragam
juga ikut berubah. Pengecualian terjadi pada 1 Mei 1965 pada laga final
Piala FA melawan Lees Uited di Wembley. Gambar Liver Bird menyatu
dengan kostum, tidak lagi ditempelkan terpisah.
Pada 1969, bentuk oval yang mengelilingi Liver Bird dihilangkan. Daya
magis kostum baru itu langsung terlihat saat menang 4-1 atas Wembley
pada pembukaan musim baru.
Selama lebih dari dua dekade berikutnya, logo tersebut mengiringi
kejayaan Liverpool di Inggris maupun dunia. Perubahan kecil terjadi
hanya pada saat warna berubah dari putih ke kuning pada 1976-77, dan
kembali saat musim 1985-86.
Pengecualian terjadi pada final Piala Champions 1977. Pada laga tersebut, Liver Bird dikelilingi dua lingkaran ganda.
Musim panas 1987, terjadi perubahan besar di Anfield. Ian Rush
hengkang ke Juventus. John Barnes dan Peter Beardsley didatangkan untuk
menggantikan Rush. Pada periode itu, logo klub mulai dipakai untuk
keperluan administrasi dan komersial. Tulisan L.F.C di bawah logo juga
sudah tidak ada.
Perubahan kembali terjadi pada 1992 itu memperingati 100 tahun berdirinya klub. Liver Bird lantas dibuat lebih kecil.
Musim panas 2012, logo kembali berganti. Liver Bird berwarna kuning
berdiri tunggal. Sama seperti dengan logo yang dipakai Liverpool pada
masa jaya periode 1970-1980an.
Sumber utama@LiverpoolIndonesia
Mengenal Jersey Liverpool Dari Masa Ke Masa
Merah. Dunia sepakbola mengidentikkan warna tersebut dengan bermacam artian. Bisa berarti amarah dan kepedihan - ketika seorang pemain diberi kartu merah - atau sebaliknya, kemenangan dan kejayaan - ketika melihat banyaknya tim bernuansa merah yang menjadi juara.
Rabu, 04 Desember 2013
Hat-tricks Terbaik Para Pemain LFC...
Robbie muda mencetak sejarah sebagai pemilik hat-trik tercepat di Premiership melawan the Gunners. Ia mencetak gol ke gawang Arsenal yang terkenal tangguh hanya dalam waktu empat menit dan 33 detik.
Fred Howe adalah orang terakhir yang mencetak hat-trik di derby Merseyside di Anfield untuk Liverpool pada 1935. Lalu Gerrard muncul dengan tiga golnya membuat hari yang buruk bagi para Evertonian. Ia mencetak gol lob, melalui tendangan keras, dan meneruskan umpan cantik Luis Suarez di gol ketiganya.
Di sebuah pertandingan di Anfield yang tertutup salju musim dingin, Stubbins mencetak hat-trik yang yang takkan bisa dilupakan oleh Kopites yang lebih senior. Pemain asal Geordie ini mencetak gol menawan lewat gol diving header yang terus menjadi dongeng. The Reds menang 4-1 dan melangkah ke semifinal Piala FA.
Pemain pinjaman dari Standard Liege asal Israel ini mencetak hat-trik di laga keduanya bersama klub di Selhurst Park. Kontribusi tiga golnya berakhir dengan kemenangan 4-0 dan berperan besar atas gelar liga terakhir kita.
Suarez mencetak hat-trik sensasional April tahun lalu. Pemain asal Uruguay mencetak gol magis lewat kaki kiri dan kanannya sebelum mencetak gol dari 45 meter melewati kepala John Ruddy yang akan terus terkenang dalam ingatan.
Adalah Peter Beardsley yang menjadi orang terakhir yang mencetak tiga gol ke gawang Manchester United pada 1990; namun, pada hari ulang tahun Kenny Dalglish yang ke-60, Dirk mengukuhkan namanya di buku sejarah. Hat-triknya terdiri dari tiga gol jarak dekat tapi membuat Anfield menggila.
No.8: Roger Hunt v Tottenham (White Hart Lane, March 1964)
Sir
Roger mengalahkan kebintangan Jimmy Greaves saat pertarungan puncak
klasemen yang berakhir 3-1 di mana semua golnya dicetak olehnya. Di
akhir musim, trofi Liga Inggris kembali ke Anfield.
Tim
Geordies sesumbar dengan datangnya striker Brasil Marandinha yang akan
menjalani laga debut kandangnya, tapi Chico mencuri headline di surat
kabar dengan menjadi pahlawan lewat tiga golnya di depan kamera TV. The
Reds menang 4-1 dan membuat rekor tak terkalahkan di awal musim
tersebut, yang berakhir dengan rekor poin terbanyak semusim.
.jpg)
Souey membuktikan bahwa ia adalah seorang gelandang yang komplit dengan mencetak hat-trik luar biasa ketika menghancurkan juara Bulgaria. Tri golnya mengantarkan Liverpool ke semifinal Piala Champions yang nantinya menjadi gelar juara ketiga sepanjang masa.
Prestasi Liverpool Fc Sejak Berdirinya
18 League Winners (BPL) :
(1900–01, 1905–06, 1921–22, 1922–23, 1946–47, 1963–64, 1965–66, 1972–73, 1975–76, 1976–77, 1978–79, 1979–80, 1981–82, 1982–83, 1983–84, 1985–86, 1987–88, 1989–90)
11 League Runners-up (BPL) :
(1898–89, 1909–10, 1968–69, 1973–74, 1974–75, 1977–78, 1984–85, 1986–87, 1988–89, 2001–02, 2008-09 )_
4 Division Two-Level 2 :
(1893–94, 1895–96, 1904–05, 1961–62)
1 Lancashire League Winner :
(1892–93)
7 FA Cup Winners :
(1965, 1974, 1986, 1989, 1992, 2001, 2006)
7 FA Cup Runners-up :
(1914, 1950, 1971, 1977, 1988, 1996,2012)
8 League Cup Winners :
(1981, 1982, 1983, 1984, 1995, 2001, 2003, 2012)
3 League Cup Runners-up :
(1978, 1987, 2005)
15 Community Shield Winners :
(1964 (shared), 1965 (shared), 1966, 1974, 1976, 1977 (shared), 1979, 1980, 1982, 1986 (shared), 1988, 1989, 1990 (shared), 2001, 2006)
6 Community Shield Runners-up :
(1922, 1971, 1983, 1984, 1992, 2002)
1 Screen Sport Super Cup Winner (1986)
5 UEFA Champions League Winners :
(1977, 1978, 1981, 1984, 2005)
2 UEFA Champions League Runners-up :
(1985, 2007)
3 UEFA Cup Winners (1973, 1976, 2001)
3 UEFA Super Cup Winners :
(1977, 2001, 2005)
2 UEFA Super Cup Runners-up :
(1978, 1984)
1 UEFA Cup Winners’ Cup Runners-up (1966)
PRESTASI PEMAIN & PELATIH LIVERPOOL
PRESTASI PEMAIN & PELATIH LIVERPOOL
European Footballer of the Year:
2001 Michael Owen
Football Writers' Footballer of the Year:
1974 Ian Callaghan
1976 Kevin Keegan
1977 Emlyn Hughes
1979 Kenny Dalglish
1980 Terry McDermott
1983 Kenny Dalglish
1984 Ian Rush
1988 John Barnes
1989 Steve Nicol
1990 John Barnes
2009 Steven Gerrard
PFA Player of the Year:
1980 Terry McDermott
1983 Kenny Dalglish
1984 Ian Rush
1988 John Barnes
2006 Steven Gerrard
PFA Young Player of the Year:
1983 Ian Rush
1995 Robbie Fowler
1996 Robbie Fowler
1998 Michael Owen
2001 Steven Gerrard
Manager of the Year:
Bill Shankly 1973
Bob Paisley 1976, 1977, 1979, 1980, 1982, 1983
Joe Fagan 1984
Kenny Dalglish 1986, 1988, 1990
European Footballer of the Year:
2001 Michael Owen
Football Writers' Footballer of the Year:
1974 Ian Callaghan
1976 Kevin Keegan
1977 Emlyn Hughes
1979 Kenny Dalglish
1980 Terry McDermott
1983 Kenny Dalglish
1984 Ian Rush
1988 John Barnes
1989 Steve Nicol
1990 John Barnes
2009 Steven Gerrard
PFA Player of the Year:
1980 Terry McDermott
1983 Kenny Dalglish
1984 Ian Rush
1988 John Barnes
2006 Steven Gerrard
PFA Young Player of the Year:
1983 Ian Rush
1995 Robbie Fowler
1996 Robbie Fowler
1998 Michael Owen
2001 Steven Gerrard
Manager of the Year:
Bill Shankly 1973
Bob Paisley 1976, 1977, 1979, 1980, 1982, 1983
Joe Fagan 1984
Kenny Dalglish 1986, 1988, 1990
Top Skor Pemain Liverpool Sampai Saat ini....
| Robbie Fowler |
128 | 16 Oct 1993 | 24 Feb 2007 |
|
Michael Owen |
118 | 06 May 1997 | 15 May 2004 |
|
Steven Gerrard |
101 | 05 Dec 1999 | 01 Dec 2013 |
|
Fernando Torres |
65 | 19 Aug 2007 | 22 Jan 2011 |
|
Dirk Kuyt |
51 | 20 Sep 2006 | 21 Mar 2012 |
|
Luis Suarez |
47 | 02 Feb 2011 | 23 Nov 2013 |
|
Ian Rush |
45 | 18 Oct 1992 | 05 May 1996 |
|
Steve McManaman |
41 | 26 Sep 1992 | 01 May 1999 |
|
Emile Heskey |
39 | 01 Apr 2000 | 08 May 2004 |
|
Jamie Redknapp |
30 | 05 Sep 1992 | 27 Oct 2001 |
|
Patrik Berger |
28 | 15 Sep 1996 | 08 Dec 2001 |
|
Stan Collymore |
26 | 19 Aug 1995 | 03 May 1997 |
|
Danny Murphy |
25 | 06 Nov 1999 | 02 May 2004 |
|
Sami Hyypia |
22 | 11 Sep 1999 | 28 Dec 2008 |
|
John Barnes |
22 | 09 Jan 1993 | 19 Apr 1997 |
|
Peter Crouch |
22 | 03 Dec 2005 | 26 Apr 2008 |
|
John Arne Riise |
21 | 15 Sep 2001 | 23 Sep 2006 |
|
Milan Baros |
19 | 14 Sep 2002 | 05 Feb 2005 |
|
Daniel Sturridge |
19 | 13 Jan 2013 | 23 Nov 2013 |
|
Luis Garcia |
18 | 11 Sep 2004 | 30 Dec 2006 |
|
Yossi Benayoun |
18 | 29 Sep 2007 | 19 Apr 2010 |
|
Maxi Rodriguez |
15 | 25 Apr 2010 | 10 Apr 2012 |
|
Paul Ince |
14 | 13 Aug 1997 | 16 May 1999 |
|
Xabi Alonso |
14 | 16 Oct 2004 | 25 Apr 2009 |
|
Djibril Cisse |
13 | 14 Aug 2004 | 07 May 2006 |
|
Craig Bellamy |
13 | 14 Oct 2006 | 31 Jan 2012 |
|
Harry Kewell |
12 | 30 Aug 2003 | 13 May 2007 |
|
Ryan Babel |
12 | 01 Sep 2007 | 06 Dec 2010 |
|
Karl-Heinz Riedle |
11 | 26 Aug 1997 | 16 May 1999 |
|
Neil Ruddock |
11 | 22 Aug 1993 | 16 Nov 1996 |
|
Mark Walters |
11 | 19 Aug 1992 | 08 May 1993 |
|
Vladimir Smicer |
10 | 15 Jan 2000 | 28 Dec 2003 |
Sabtu, 30 November 2013
Capten Liverpool sepanjang masa
Pemain ----Periode
Andrew Hannah -1892-1895
Jimmy Ross -1895-1897
John McCartney- 1897-1898
Harry Storer -1898-1899
Alex Raisbeck -1899-1909
Arthur Goddard -1909-1912
Ephraim Longworth- 1912-1913
Harry Lowe -1913-1915
Ephraim Longworth / Don MacKinlay -1919-1920
Ephraim Longworth --1920-1921
Don Mackinlay --1921-1928
Tom Bromilow-- 1928-1929
James Jackson --1929-1930
Tom Morrison --1930-1931
Tom Bradshaw --1931-1934
Ernie Blenkinsop / Tom Cooper -1934-1935
Ernie Blenkinsop -1935-1936
Ernie Blenkinsop / Tom Cooper- 1936-1937
Tom Cooper --1937-1939
Matt Busby ---1939-1940
Willie Fagan-- 1945-1947
Jack Balmer --1947-1950
Phil Taylor --1950-1953
Bill Jones --1953-1954
Laurie Hughes-- 1954-1955
Billy Liddell --1955-1958
Johny Wheeler --1958-1959
Ronnie Moran --1959-1960
Dick White ---1960-1961
Ron Yeats --1961-1970
Tommy Smith --1970-1973
Emlyn Hughes --1973-1979
Kenny Dalglish --1979-1979
Phil Thompson --1979-1981
Graeme Souness --1982-1984
Phil Neal --1984-1985
Alan Hansen --1985-1988
Ronnie Whelan --1988-1989
Alan Hansen --1989-1990
Ronnie Whelan --1990-1991
Steve Nicol--- 1990-1991
Mark Wright --1991-1993
Ian Rush --1993-1996
John Barnes --1996-1997
Paul Ince ---1997-1999
Jamie Redknapp --1999-2002
Sami Hyypia --2001-2003
Steven Gerrard-- 2003-
Andrew Hannah -1892-1895
Jimmy Ross -1895-1897
John McCartney- 1897-1898
Harry Storer -1898-1899
Alex Raisbeck -1899-1909
Arthur Goddard -1909-1912
Ephraim Longworth- 1912-1913
Harry Lowe -1913-1915
Ephraim Longworth / Don MacKinlay -1919-1920
Ephraim Longworth --1920-1921
Don Mackinlay --1921-1928
Tom Bromilow-- 1928-1929
James Jackson --1929-1930
Tom Morrison --1930-1931
Tom Bradshaw --1931-1934
Ernie Blenkinsop / Tom Cooper -1934-1935
Ernie Blenkinsop -1935-1936
Ernie Blenkinsop / Tom Cooper- 1936-1937
Tom Cooper --1937-1939
Matt Busby ---1939-1940
Willie Fagan-- 1945-1947
Jack Balmer --1947-1950
Phil Taylor --1950-1953
Bill Jones --1953-1954
Laurie Hughes-- 1954-1955
Billy Liddell --1955-1958
Johny Wheeler --1958-1959
Ronnie Moran --1959-1960
Dick White ---1960-1961
Ron Yeats --1961-1970
Tommy Smith --1970-1973
Emlyn Hughes --1973-1979
Kenny Dalglish --1979-1979
Phil Thompson --1979-1981
Graeme Souness --1982-1984
Phil Neal --1984-1985
Alan Hansen --1985-1988
Ronnie Whelan --1988-1989
Alan Hansen --1989-1990
Ronnie Whelan --1990-1991
Steve Nicol--- 1990-1991
Mark Wright --1991-1993
Ian Rush --1993-1996
John Barnes --1996-1997
Paul Ince ---1997-1999
Jamie Redknapp --1999-2002
Sami Hyypia --2001-2003
Steven Gerrard-- 2003-
"Mengenag Kembali 27 Tahun Tragedi Hysel" 29 May 1985
Tragedi
Heysel Brusseles Belgia terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di mana pada
saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liverpool dan Juventus di
Piala Champions (saat ini Liga Champions). Peristiwa ini merupakan
sejarah buram persepak bolaan Inggris pada tahun itu, karena saat itu
klub-klub Inggris sedang jaya-jayanya. Karena peristiwa ini pula
tim-tim dari Inggris dilarang bermain di tingkat internasional selama 5
tahun lamanya. Peristiwa ini bermula dari fans masing-masing klub yang
saling mengejek dan melecehkan. Lalu tiba-tiba sekitar satu jam sebelum
kick off kelompok hooligan Liverpool menerobos pembatas masuk ke
wilayah tifosi Juventus. Tidak terjadi perlawanan karena yang berada di
bagian tersebut bukanlah kelompok Ultras. Pendukung Juventus pun
berusaha menjauh namun kemudian sebuah tragedi terjadi. Dinding
pembatas di sektor tersebut roboh karena tidak kuasa menahan beban dari
orang-orang yang terus beruhasa merangsek dan melompati pagar. Ratusan
orang tertimpa dinding yang berjatuhan. Akibat peristiwa ini sebanyak
39 orang meninggal dunia dan 600 lebih lainnya luka-luka.32 fans Italia
Juventus, empat Belgia, dua dari Perancis dan satu orang dari Irlandia
Utara.

Meskipun
terjadi peristiwa yang mengenaskan dengan jumlah korban yang begitu
besar, panitia memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan. Kick
off dilakukan setelah kapten kedua kesebelasan meminta penonton untuk
tenang. Alasan lain adalah untuk meredam atmosfer kerusuhan yang mulai
menyebar. Tifosi Ultras Juventus di bagian lain stadion sempat akan
melakukan pembalasan. Mereka mencoba untuk bergerak ke arah pendukung
Liverpool namun berhasil dicegah satuan keamanan. Dengan dimulainya
pertandingan maka suasana bisa mulai dikendalikan. Pertandingan itu
sendiri dimenangi Juventus dengan hasil akhir 1 - 0. Michel Platini
mencetak gol semata wayang Juventus dari titik penalti setelah Michael
Platini dilanggar oleh pemain Liverpool.

#Konsekuensi
Kepolisian
Inggris menyelidiki lebih lanjut dari berbagai sumber. Film sepanjang
17 menit dan berbagai hasil jepretan kamera menjadi alat untuk
mengungkap kejadian tersebut. TV Eye menayangkan satu jam penuh perihal
Tragedi Heysel, dan foto-foto pun dipublikasikan melalui media massa.
Hanya 27 orang akhirnya ditahan dengan kasus penganiayaan dan
pembunuhan, sebagian besar mereka berasal dari Merseyside dan memang
telah beberapa kali berurusan dengan hukum karena kerusuhan sepakbola.
14 orang pendukung Liverpool itu akhirnya dipidana atas dakwaan
tersebut.
Setelah penyelidikan lebih lanjut, pada tanggal 30 Mei
1985 UEFA melalui penyidik resminya, Gunter Schneider, menyatakan bahwa
kesalahan sepenuhnya ada di pihak Liverpool. Bahkan kemudian, pada
tanggal 31 Mei 1985, Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher mendesak
FA untuk melarang tim-tim Inggris untuk bermain di Eropa. Dua hari
kemudian UEFA secara resmi memutuskan untuk melarang semua klub
sepakbola Inggris untuk melakukan pertandingan di seluruh Eropa untuk
"waktu yang belum ditentukan". Tanggal 6 Juni putusan itu berubah
menjadi pelarangan bertanding di seluruh dunia, namun seminggu kemudian
diputuskan bahwa pertandingan persahabatan diperbolehkan. Sanksi ini
tidak berlaku untuk Timnas Inggris.
Putusan terakhir adalah
pengucilan klub-klub Inggris dari peta persepakbolaan dunia selama lima
tahun, dan tiga tahun tambahan khusus untuk Liverpool dan akhirnya
mendapat keringanan dengan hanya satu tahun tambahan. Peristiwa Heysel
telah merugikan klub-klub Inggris seperti Manchester United, Arsenal,
Everton, Nottingham Forest, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan lain-lain
yang pada rentang waktu tersebut sebenarnya berhak untuk ikut ambil
bagian dalam kompetisi Eropa.
Hukuman yang begitu berat tersebut
adalah sebagai peringatan bahwa kekerasan dalam sepakbola tidak boleh
terjadi kembali. Suporter asal Inggris memang terkenal akan
kebrutalannya. Makanya dari sanalah muncul istilah "hooliganisme". 10
tahun sebelum tragedi ini, di final European Cup 1975 fans Leeds United
membuat kerusuhan dengan menyerang suporter Bayern Muenchen, berikut
pemain dan offisial. Masyarakat sepakbola mengutuk tindakan itu namun
UEFA masih memberi keringanan dengan hanya menghukum dengan larangan
bertanding di kejuaraan Eropa untuk Leeds United selama 4 tahun. Setahun
sebelum Final Piala Champions 1985, sebenarnya hooligan Liverpool juga
sudah bentrok dengan tifosi AS Roma dalam ajang yang sama. Namun
keributan itu tidak sampai mendapat begitu banyak perhatian.

*Peringatan
Sebuah
tugu peringatan Tragedi Heysel didirikan dengan biaya £140,000.
Diresmikan tepat 20 tahun setelah kejadian tersebut, 29 Mei 2005.
Berbentuk jam matahari, tugu tersebut dihiasi dengan batu-batuan yang
berasal dari Italia dan Belgia. Sebuah puisi "Funeral Blues" oleh
penyair Inggris W. H. Auden melengkapi simbolisasi kesedihan tiga
negara. 39 lampu bersinar untuk setiap korban Heysel. Tugu peringatan
ini didesain oleh seniman Perancis Patrick Remoux.
Perdelapan
final Liga Champions 2005 mempertemukan kedua tim. The Kop, di
Liverpool mengkoordinasikan sebuah koreografi mosaik bertuliskan
"Amicizia" ditujukan kepada para suporter Juventus yang memadati
Anfield. Artinya persahabatan, sebuah permohonan maaf kepada tifosi
Juventus. Sebagian tifosi menyambutnya, namun tidak sedikit pula yang
menolaknya karena rentang waktu uluran persahabatan tersebut terlalu
lama, 20 tahun sejak tragedi Heysel pecah.
Sejak Saat itu Liverpool Football Club memiliki kebijakan tegas terhadap hooliganisme
Klub
ini bekerja bersama dalam kemitraan dengan Kepolisian Merseyside dan
melakukan segala upaya supaya kejadian anarkis dan kekerasan tidak
terjadi di dalam dan luar lapangan,
Club membuat selogan ' Tegas dan Ramah., Firm and Friendly.
Ada
kebijakan yang tegas terhadap kekerasan dan perilaku di dalam stadion.
Jika seseorang di stadion ini melanggar peraturan stadion atau
melakukan suatu pelanggaran ketertiban umum di bawah tindak pidana, maka
mereka akan menghadapi penangkapan. Sesuai dengan hasil penangkapan
itu, mereka bisa menghadapi larangan masuk stadion.
bahkah para pelaku akan di adili dan di larang menonton sepak bola di luar maupun di dalam lapangan di seluruh Inggris.

Berkata
Kasar pada pemain dan suporter lain adalah salah satu dari peraturan
tersebut apa lagi lebih besar dari itu..jadi sekarang Liverpool telah
jadi fans ter baik di dunia..
*Jadi intinya sekarang kalo ada
fans Liverpool yg masih berkata Anarkis serta mengolok Club lain
berarti dia bukan fans Liverpool sejati.*anda harus setuju dengan
peraturan ini.

Sekian Sedikit tentang Tragedi Hysel yg sangat menyayat hati kita semua.
Sejarah Prestasi dan Gelar
18 League Winners (BPL) :
(1900–01, 1905–06, 1921–22, 1922–23, 1946–47, 1963–64, 1965–66, 1972–73, 1975–76, 1976–77, 1978–79, 1979–80, 1981–82, 1982–83, 1983–84, 1985–86, 1987–88, 1989–90)
11 League Runners-up (BPL) :
(1898–89, 1909–10, 1968–69, 1973–74, 1974–75, 1977–78, 1984–85, 1986–87, 1988–89, 2001–02, 2008-09 )_
3 Division Two-Level 2 :
(1893–94, 1895–96, 1904–05, 1961–62)
1 Lancashire League Winner :
(1892–93)
7 FA Cup Winners :
(1965, 1974, 1986, 1989, 1992, 2001, 2006)
7 FA Cup Runners-up :
(1914, 1950, 1971, 1977, 1988, 1996,2012)
8 League Cup Winners :
(1981, 1982, 1983, 1984, 1995, 2001, 2003, 2012)
3 League Cup Runners-up :
(1978, 1987, 2005)
15 Community Shield Winners :
(1964 (shared), 1965 (shared), 1966, 1974, 1976, 1977 (shared), 1979, 1980, 1982, 1986 (shared), 1988, 1989, 1990 (shared), 2001, 2006)
6 Community Shield Runners-up :
(1922, 1971, 1983, 1984, 1992, 2002)
1 Screen Sport Super Cup Winner (1986)
5 UEFA Champions League Winners :
(1977, 1978, 1981, 1984, 2005)
2 UEFA Champions League Runners-up :
(1985, 2007)
3 UEFA Cup Winners (1973, 1976, 2001)
3 UEFA Super Cup Winners :
(1977, 2001, 2005)
2 UEFA Super Cup Runners-up :
(1978, 1984)
1 UEFA Cup Winners’ Cup Runners-up (1966)
Jumat, 29 November 2013
SEJARAH DAN "SIHIR" YOU'LL NEVER WALK ALONE
You'll Never Walk Alone bisa diartikan " kamu tidak berjalan sendirian" namun sering dibulatkan artinya menjadi " Kamu Tidak Sendirian ". You'll Never Walk Alone pertama kali diperdengarkan di sebuah pentas drama musikal yang berjudul " Carousel " tahun 1945. YNWA saat itu menjadi show tune drama musikal yang dikomposeri oleh Richard Rodgers serta Oscar Hammerstein II di tahun 1945. Sebenarnya YNWA bukan satu-satunya lagu yang menjadi pengisi drama musikal Carousel tersebut. Ada 2 lagu lainnya juga termasuk. Pengarang asli lagu You'll Never Walk Alone adalah Rodgers and Hammerstein sekaligus komposer drama musical tersebut namun orang yang pertama memperkenalkan lagu tersebut di panggung broadway adalah Christine Johnson.
You'll Never Walk Alone adalah lagu pertama yang didengungkan di acara inagurasi pelantikan presiden USA, Barack Obama. Saat itu, Renee Fleeming yang membawakan lagu tersebut di hadapan jutaan warga AS yang hadir dalam hari inagurasi pelantikan Presiden Obama. Ada fakta menarik, sebuah buku yang berjudul " Celtic United " mengklaim bahwa fans Liverpool bukanlah yang pertama menyanyikan YNWA. Dalam buku tersebut ditulis bahwa yang menyanyikan lagu YNWA tersebut adalah fans Manutd saat mereka berduka atas tragedi Munich 1958. You'll Never Walk Alone mempunyai pesan yang sarat akan makna kebangkitan dari sebuah kegelapan. Dalam sejarahnya, You'll Never Walk Alone telah banyak direkam ulang atau dicover oleh banyak penyanyi di Inggris maupun luar inggris Sebut saja Frank Sinatra, Elvis Presley, Johnny Cash, Judy Garland hingga Alicia Keys dan Jordin Sparks. Bahkan di lagu Pink Floyd berjudul Fearless terdapat rekaman Kopites menyanyikan You'll Never Walk Alone
Di daratan inggris, YNWA lebih dikenal sebagai sebuat hits dari grup band asal Liverpool bernama Gerry and The Pacemaker. Perlu dicatat lagi, You'll Never Walk Alone yang dibawakan Gerry And The Peacemaker menempati chart no 1 selama 4 minggu dan hanya YNWA ala Garry and The Pacemaker lah yang mengalahkan "I Want To Hold Your Hand" karya The Beatles lah. Pertama kali lagu ini masuk ke dalam fondasi kuat Liverpool saat Garry Marsden mempersembahkan lagu tersebut ke Bill Shankly. Menurut Tommy Smith, Bill Shankly sangat jatuh hati pada lagu tersebut pertama kali saat didengarkan oleh Gerry. Gerry Marsden adalah pemimpin band Gerry And The Pacemaker yang notabene juga teman dekat Bill Shankly. Dan dari altar pertunjukkan fans Liverpool yg disebut " The Kop " lah pertama kali You'll Never Walk Alone didengungkan di Anfield. YNWA biasanya diperdengarkan fans Liverpool sesaat sebelum kick off dan 5 menit sebelum bubaran pertandingan. Tercatat beberapa klub-klub di belahan dunia ini yang menggunakan YNWA sebagai lagu wajib atau semboyan. Di daratan Jerman ada Borussia Dortmund, FC Kaiserslautern, VfL Osnabrück and FC St Pauli hingga di Jepang ada FC Tokyo Bahkan dari Indonesia pun datang dari tanah Papua. Persipura Jayapura pernah menggunakan YNWA sebagai bentuk semboyan mreka. Jangan salah. di stadion Persipura Jayapura ada namanya tribun Liverpool. Di sana khusus pundukung berbaju merah. Asli durasi lagu You'll Never Walk Alone adalah 26 menit dan 13 detik namun oleh Gerry and The Pacemakers dipotong menjadi 2 menit 40 detik.
Pada acara perpisahan Luis Suarez kemarin di Ajax, Fans Ajax menyanyikan lagu tersebut di hadapan Suarez yang hadir di acara tersebut. You'll Never Walk Alone juga senantiasa mengisi acara penghormatan bagi korban Tragedi Hillsborough tiap tahunnya dan tidak pernah absen. Pada 15 November 2009, seorang anak kecil naik turun ke lapangan stadium milik Hanover dan menyanyikan You'll never Walk Alone untuk menghormati dan mengenang Kiper Hanover, Robert Enke yang meninggal bunuh diri 2 hari sebelumnya dan membuat 45 ribu orang yang hadir kala itu menangis. You'll Never Walk Alone juga membuat hati gelandang elegan Xavi Hernandez terkesan sama superior suporter Liverpool.
Ribuan pendukung akan memegang syal mereka tinggi-tinggi saat menyanyikan lagu serta semboyan You'll Never Walk Alone. Hal inilah yang mampu menciptakan suasana yang mampu mengirimkan hawa merinding menusuk hingga tulang belakang tiap kali berada di Anfield Tradisi tersebut yang tidak akan hilang dimakan waktu. sejarah mencatat beberapa kejadian ajaib di Anfield dikarenakan semboyan tersebut. Maka tak hayal kalau Anfield termasuk stadion yg mempunyai desibel tertinggi di dunia dan hal itulah yang dijadikan " alasan " seorang Jose Mourinho yang menilai goalnya Luis Garcia dicetak oleh keriuhan di Anfield. Salah satu quote terbaik mengenai You'll Never Walk Alone ini datang dari Thierry Henry " Supporter Liverpool sangat mengesankan, satu-satunya perasaan dan moment yang aku ingin rasakan ketika bertandang ke Anfield adalah Ketika tersentak melihat para supporter berdiri dan mulai menyanyikan You'll Never Walk Alone. I love it " Thierry Henry. Satu hal yang membuat YNWA spesial, adalah fakta bahwa, anda tidak bisa menyanyikan secara lengkap lagu ini, tanpa menenteskan air mata Namun setelah anda dapat menyelesaikan lagu tersebut, ada sesuatu yang menyadarkan bahwa gak selamanya ada kegelapan, ada golden sky di depan. Seorang Joe Cole menjadikan You'll Never Walk Alone sebagai alasan dia bergabung ke Liverpool. dia berkata " Astmofer (YNWA sebelum pertandingan dimulai) yang tercipta di sini sungguh brillian, oleh karena itu, aku bergabung di klub ini " Joe Cole.
Semboyan You'll Never Walk Alone muncul di logo Liverpool pertama kali saat Liverpool merayakan hari jadinya yang ke 100 dan YNWA pula muncul di pintu gerbang utama stadion Anfield yang lebih dikenal dengan sebutan " Shankly Gate ". Tidak berasa hampir setengah abad (48 tahun) YNWA menjadi bagian dari Liverpool, menjadi saksi sejarah klub dan penyemangat di saat gelap. You'll Never Walk Alone, Himne dan cara setiap fans Liverpool menunjukkan kesetiaan, kefanatikan serta dukungan kepada para pemain di lapangan
Berikut ini lirik lagu " You'll Never Walk Alone " yang tiap kali Liverpool bertanding, pasti hadir di antara keriuhan para suporter baik kandang maupun tandang .:YOU'LL NEVER WALK ALONE:.
When you walk through a storm
Hold your head up high
And don't be afraid of the dark
At the end of the storm
Is a golden sky
And the sweet silver song of a lark
Walk on through the wind
Walk on through the rain
Though your dreams be tossed and blown
Walk on walk on with hope in your heart
And you'll never walk alone
You'll never walk alone
Walk on walk on with hope in your heart
And you'll never walk alone
You'll never walk alone.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

